Green Culture Podcast

Sesi 2. Pemahaman Budaya Hijau

Kampanye Hijau Elemen Pengganggu Pemerintah

Siapa yang tidak kenal Greenpeace, lembaga nonprofit internasional yang kerap berlawanan dengan pemerintah. Sehingga muncul istilah “pengganggu elemen pemerintah” di podcast kali ini, yang masih berhubungan dengan kampanye energi hijau.

Menariknya, Greenpeace dalam kampanye melibatkan people power yang dapat menggerakkan masyarakat. Namun, kelapa sawit yang menjadi komoditas unggulan juga dimiliki masyarakat. Bagaimana mereka menelaah problema untuk kampanye hijau yang dilakukan?

Arkian Suryadarma, dari Greenpeace, membeberkan kiat mereka berkampanye hijau. Ditemani Host, Prof. Damayanti Buchori, Co-Host, Ricky Amukti dari Traction Energy Asia, dan Narator, Eka Satya Putra dari CTSS IPB.

 

Kampanye Hijau?

Apakah kampanye energi terbarukan sudah efektif dan efesien?

Menurut narasumber, Tommy Ardian Pratama, Direktur Eksekutif Traction Energy Asia, bukan saja masalah literasi. Dua diantaranya adalah respon pemerintah yang lambat terhadap perubahan iklim dan riset penelitian.

Tapi, pemerintah sudah melancarkan kampanye, harus bagaimana menumbuhkan kesadaran perilaku hijau masyarakat Indonesia? Simak perbincangan kami. Kali ini Ricky Amukti dari Traction Energy Asia, sebagai Co-Host, tak ketinggalan Host, Prof. Damayanti Buchori dan Narator, Eka Satya Putra, keduanya dari CTSS IPB.

Milenial, Kunci Kedaulatan Pangan

273 juta penduduk Indonesia tidak boleh kelaparan, dan harus sehat, aktif, dan produktif. Jumlah penduduk tersebut masing-masing mempunyai perbedaan konsumsi pangan. Ada yang mengkonsumsi pangan nostalgia, tradisional, fungsional kesehatan, dan makanan berbahan impor, yaitu gandum. Inilah konsumsi makanan yang harus dijaga pemerintah, tapi bagaimana Indonesia mandiri pangan bila masih ada pemenuhan pangan berbahan impor?

Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P., Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Kementerian Pertanian, mengatakan, “Konsumsi tepung paling banyak dikonsumsi kaum milenial kita.” Dan mereka adalah kunci kedaulatan pangan kita. Bapak Andriko, bintang tamu, akan menjawab pertanyaan di atas dan menerangkan 3 pilar yang berperan besar terhadap pangan dan kemandirian bangsa.

Jangan sampai tidak mendengarkan obrolan Bapak Andriko, bersama Host, Prof. Damayanti Buchori, Co-Host, Ayip Said Abdullah, dan Narator, Eka Satya Putra. Yuk, kita ambil bagian, apa saja yang perlu kita lakukan agar Indonesia mencapai kemandirian pangan berkelanjutan.

 

Belenggu Pertanian Indonesia

Sejak era Presiden Suharto hingga kini, sistem pertanian Indonesia belum berubah. Beras masih menjadi fokus peningkatan produksi padahal Indonesia memiliki banyak sumber pangan yang juga berpotensi besar. Tantangan pangan di Indonesia pun telah berubah.

David Ardhian, Kolaisi Rakyat Kedaulatan Pangan (KRKP), sebagai bintang tamu Green farm sesi kedua, menuturkan perjalanan sistem pertanian dan dampak dari pola-pola yang tak berubah. Yang menurutnya kita berada pada situasi belenggu.

Host, Prof. Dr. Ir. Damayanti Buchori, M.Sc., kali ini ditemani Co-Host, Ayip Said Abdullah, KRKP, dan Narator, Ir. Eka Satya Putra. Ketiganya akan memancing narasumber tentang apa yang keliru dari sistem pertanian kita.

Pengantar “Pemahaman Budaya Hijau”

Tanpa disadari, kehidupan saat ini, sejak kita bangun tidur sampai kembali tidur, telah dibentuk suatu sistem yang saling berkaitan. Contoh paling sederhana adalah penggunaan ponsel yang membutuhkan pembangkit tenaga listrik yang dibentuk sistem tersendiri.

Sistem atau kompleksitas tersebut tidak individual, sebab melibatkan banyak pihak/orang dan merupakan budaya. Sayang kebiasaan tersebut tidak berperan menyelamatkan bumi.

Kami mengajak Anda untuk mengeksplor sistem atau variabel pengungkit perubahan perilaku tak hijau menjadi hijau, yang Anda dan kita semua akan jadikan budaya menjaga bumi.

Ikuti keseluruhan Podcast Sesi Kedua kami. Mari kita saling terhubung untuk kita dan anak-cucu di masa depan.