Green Culture Podcast

Sesi 1. Budaya Tak Hijau

Sintesa “Budaya Tak Hijau”

Rival Gulam Ahmad, Direktur Institut Riset Yayasan Penabulu mengutarakan latar belakang kelahiran Podcast Green Culture, “Saat ini, banyak yang bicara krisis iklim. Kesadaran kami terkait bagaimana mengubah cara kerja yang dulu menjadi cara kerja yang berperilaku hijau. Medium podcast diharapkan menjadi tempat ngobrol yang asik mengenai budaya hijau.”

Podcast “Sintesa” merupakan penggabungan berbagai subtema pada Sesi #1 dengan tema besar: Budaya Tak Hijau atau juga disebut Brown Culture.

Host, Prof. Damayanti Buchori dan Narator, Eka Setya Putra, menutup Sesi Pertama Green Culture dengan mengangkat kembali poin-poin penting soal green farm, governance, industry, finance, dan energy. Selamat mendengarkan.

 

Pemerintah Hijau: Gagasan yang Dibuat Bersama

Sejak zaman purba sampai manusia mengalami fase industrialisasi, sebenarnya, “budaya hijau” adalah kebutuhan setiap manusia.

Sebab green governance tidak hanya opening innovation dan eco-innovation, tapi juga mempunyai “gagasan yang dibuat bersama”. Mengapa?

Dengarkan lebih lanjut podcast ke-10, bersama narasumber Akhmad Arif Fahmi, Program Manager Relung Indonesia, dengan Host, Prof. Damayanti Buchori dan Narator, Eka Setya Putra, keduanya dri CTSS IPB.

 

Pemerintah Hijau: Keterbukaan dan Gerak Bersama

Tak perlu pusing tujuh keliling, bila mendengar atau membaca “governance” terkait budaya hijau. Cukup berpikir sederhana dan gunakan logika. Simak podcast kesembilan kami, istilah eco-innovation dan opening innovation akan membuat Anda turut berpikir sederhana.

Akhmad Arif Fahmi, Program Manager Relung Indonesia, narasumber podcast ke-9, mengungkapkan kebijakan dan struktur pemerintahan dalam tata kelola hijau akan mempengaruhi masyarakat untuk bergerak bersama. Kebijakan dan struktur yang seperti apa?

Host, Prof. Damayanti Buchori bersama Narator, Eka Setya Putra, akan mengulik soal tata kelola hijau. Akhmad Arif Fahmi juga akan menjelaskan perilaku tak hijau dalam pemerintahan hijau (green governance).

 

Mengubah Model Bisnis untuk Profit dan Keberlanjutan

Aloysius Wiratmo, Program Development Manager IBCSD, mengatakan bahwa perubahan model bisnis dalam industri hijau justru dapat memberikan keuntungan lebih untuk industri.

Pelaku industri sebaiknya meninjau suatu produk dari proses pembuatan (made), penggunaan (use), dan pembuangan (recycle), ternyata, proses tersebut masih berlanjut. Sampah atau produk yang tidak digunakan lagi, dapat dimanfaatkan dan menghasilkan nilai ekonomi. Dalam hal ini model bisnis dan pasar menentukan masa depan bumi kita.

Perubahan model bisnis dan perilaku pasar yang bagaimana yang dapat saling memberikan keuntungan? Lebih jelasnya, silakan dengarkan podcast kedelapan kami.

 

2° Titik Ambang Kematian Bumi

Indah Budiani dari IBCSD (Indonesian Business Council for Suistainable Development), bercerita mengenai “Dua Derajat”, ambang suhu bumi yang disepakati global dalam mengatasi pemanasan global. Jika melebihi, maka bumi akan mengalami musim kekeringan berkepanjangan dan naiknya permukaan air laut.

Industri punya peran besar terhadap “Dua Derajat”. Peran yang seperti apa terkait brown culture (budaya tak hijau), apakah hanya soal limbah dan bagaimana penerapan triple bottom line (people, planet, dan profit)?

Podcast kali ini, Green Culture mengundang Indah Budiani sebagai narasumber yang akan menerangkan industri hijau. Masih bersama Host Prof. Damayanti Buchori dan Narator, Eka Setya Putra, segera klik tombol start untuk mendengarkan perbicangan mereka.

 

Keadilan dalam Transportasi

Budaya hijau dalam transportasi bukan sekadar penurunan emisi karbon. Tapi juga kebijakan dan kontribusi dari lapisan masyarakat dengan porsi yang sama.

Bintang tamu, Retno Ambarsari, Peneliti Senior Kebijakan Infrastruktur Transportasi Masyarakat Insonesia (MTI), memberikan satu kota sebagai contoh model perilaku hijau terkait transportasi yang melibatkan lapisan masyarakat.

Jangan sampai tak mendengarkan podcast ini. Host, Prof. Damayanti Buchori dan Narator, Eka Setya Putra pun terkesima.

 

Manusia yang Terlupakan

Secara sederhana, transportasi adalah perpindahan manusia dari titik yang satu ke titik yang lain. Sesederhana itu pula mengenai “transportasi hijau”. Podcast kali ini cukup menarik, tak ada apa itu transportasi ramah lingkungan, tapi fokus tentang manusianya yang kerap terlupakan.

Apakah pemerintah telah memahami kebutuhan masyarakat dalam bertransportasi? Untuk lebih jauh mengenal transportasi hijau secara sederhana, dengarkan saja podcast ketujuh kami.

Kali ini, kami mengundang Dyah Indrapati, seorang ahli di bidang transportasi, dan tak ketinggalan Host kami Prof. Damayanti Buchori dan narator Eka Satya Putra.

 

Bijak Berbudaya Hijau

Saat ini, Indonesia belum mempunyai road map energi terbarukan. Sebab konsep “Lokal” belum dijalankan sepenuhnya oleh masyarakat maupun pemerintah.

Energi terbarukan yang digunakan pun, sebaiknya menggunakan energi lokal yang dimiliki masing-masing daerah. Terdapat poin penting mengenai konsep “energi terbarukan”, yaitu kemudahan akses, terjangkau, dan keberlanjutan. Berarti, selain perilaku dan jenis energi, kita perlu melihat bahan-bahan pendukung, penggunaan, pengolahan, dan distribusi energi terbarukan. Dalam hal ini, manusia dengan latar belakang yang berbeda, harus bijak mewujudkan “budaya hijau”.

Ikuti kelanjutan narasi di atas, langsung dari podcast episode ke-4. Bersama sosok muda, Rikcy Amukti dari Traction Energy Asia.

 

Energi Hijau Belum Tentu Rendah Emisi

Energi hijau atau terbarukan harus dinilai dari Life Cycle Analysis-nya. Tidak hanya dihitung saat produk tersebut digunakan, tapi juga proses produksi, tanam, atau saat ditemukan, hingga dikonsumsi masyarakat. Jadi, belum tentu energi terbarukan itu rendah karbon. Panel surya pun belum tentu rendah emisi, kita harus memperhatikan apakah produksinya berkelanjutan atau tidak.

Lalu, apa yang cocok diaplikasikan di Indonesia, energi bayu (angin), sungai, atau matahari? Masih bersama Host Prof. Damayanti Buchori, ahli entomologi, ekologi evolusioner, dan ilmu transdisipliner dan berkelanjutan. Ditemani Co-host, Eka Satya Putra dari CTSS (Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences) Institut Pertanian Bogor.

Dengan bintang tamu muda: Ricky Amukti, Traction Energi Asia (Lembaga riset yang fokus pada penurunan emisi, pembangunan lokal, transisi ekonomi, dan lain sebagainya).

 

Apa yang Kita Makan Menentukan Masa Depan

Apa yang kita makan menunjukkan siapa kita. Kutipan tersebut, ternyata tidak berhenti sampai di situ. Sadar atau tidak, ragam pangan di atas piring kita, menentukan masa depan saya, Anda, mereka, kita semua. Tidak cukup satu minggu bicara pangan, sebab ia terkait semua bidang. Podcast episode ke-2, kita akan dicerahkan oleh bintang tamu Ayip Said Abdullah tentang isu dan aksi budaya hijau yang kita harus lakukan. Yuk, kita simak bersama.

Tidak cukup satu minggu bicara pangan, sebab ia terkait semua bidang. Podcast episode ke-4, kita akan dicerahkan oleh bintang tamu Ayip Said Abdullah Koalisi Rakyat Kedaulatan Pangan (KRKP) tentang isu dan aksi budaya hijau yang kita harus lakukan.

Yuk, kita simak bersama.

 

  • 1
  • 2