Blog

  • 2° Titik Ambang Kematian Bumi

    Indah Budiani dari IBCSD (Indonesian Business Council for Suistainable Development), bercerita mengenai \”Dua Derajat\”, ambang suhu bumi yang disepakati global dalam mengatasi pemanasan global. Jika melebihi, maka bumi akan mengalami musim kekeringan berkepanjangan dan naiknya permukaan air laut.

    Industri punya peran besar terhadap \”Dua Derajat\”. Peran yang seperti apa terkait brown culture (budaya tak hijau), apakah hanya soal limbah dan bagaimana penerapan triple bottom line (people, planet, dan profit)?

    Podcast kali ini, Green Culture mengundang Indah Budiani sebagai narasumber yang akan menerangkan industri hijau. Masih bersama Host Prof. Damayanti Buchori dan Narator, Eka Setya Putra, segera klik tombol start untuk mendengarkan perbicangan mereka.

     

  • Keadilan dalam Transportasi

    Budaya hijau dalam transportasi bukan sekadar penurunan emisi karbon. Tapi juga kebijakan dan kontribusi dari lapisan masyarakat dengan porsi yang sama.

    Bintang tamu, Retno Ambarsari, Peneliti Senior Kebijakan Infrastruktur Transportasi Masyarakat Insonesia (MTI), memberikan satu kota sebagai contoh model perilaku hijau terkait transportasi yang melibatkan lapisan masyarakat.

    Jangan sampai tak mendengarkan podcast ini. Host, Prof. Damayanti Buchori dan Narator, Eka Setya Putra pun terkesima.

     

  • Manusia yang Terlupakan

    Secara sederhana, transportasi adalah perpindahan manusia dari titik yang satu ke titik yang lain. Sesederhana itu pula mengenai \”transportasi hijau\”. Podcast kali ini cukup menarik, tak ada apa itu transportasi ramah lingkungan, tapi fokus tentang manusianya yang kerap terlupakan.

    Apakah pemerintah telah memahami kebutuhan masyarakat dalam bertransportasi? Untuk lebih jauh mengenal transportasi hijau secara sederhana, dengarkan saja podcast ketujuh kami.

    Kali ini, kami mengundang Dyah Indrapati, seorang ahli di bidang transportasi, dan tak ketinggalan Host kami Prof. Damayanti Buchori dan narator Eka Satya Putra.

     

  • Bijak Berbudaya Hijau

    Saat ini, Indonesia belum mempunyai road map energi terbarukan. Sebab konsep \”Lokal\” belum dijalankan sepenuhnya oleh masyarakat maupun pemerintah.

    Energi terbarukan yang digunakan pun, sebaiknya menggunakan energi lokal yang dimiliki masing-masing daerah. Terdapat poin penting mengenai konsep \”energi terbarukan\”, yaitu kemudahan akses, terjangkau, dan keberlanjutan. Berarti, selain perilaku dan jenis energi, kita perlu melihat bahan-bahan pendukung, penggunaan, pengolahan, dan distribusi energi terbarukan. Dalam hal ini, manusia dengan latar belakang yang berbeda, harus bijak mewujudkan \”budaya hijau\”.

    Ikuti kelanjutan narasi di atas, langsung dari podcast episode ke-4. Bersama sosok muda, Rikcy Amukti dari Traction Energy Asia.

     

  • Energi Hijau Belum Tentu Rendah Emisi

    Energi hijau atau terbarukan harus dinilai dari Life Cycle Analysis-nya. Tidak hanya dihitung saat produk tersebut digunakan, tapi juga proses produksi, tanam, atau saat ditemukan, hingga dikonsumsi masyarakat. Jadi, belum tentu energi terbarukan itu rendah karbon. Panel surya pun belum tentu rendah emisi, kita harus memperhatikan apakah produksinya berkelanjutan atau tidak.

    Lalu, apa yang cocok diaplikasikan di Indonesia, energi bayu (angin), sungai, atau matahari? Masih bersama Host Prof. Damayanti Buchori, ahli entomologi, ekologi evolusioner, dan ilmu transdisipliner dan berkelanjutan. Ditemani Co-host, Eka Satya Putra dari CTSS (Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences) Institut Pertanian Bogor.

    Dengan bintang tamu muda: Ricky Amukti, Traction Energi Asia (Lembaga riset yang fokus pada penurunan emisi, pembangunan lokal, transisi ekonomi, dan lain sebagainya).

     

  • Privacy Policy

    Who we are

    Suggested text: Our website address is: https://greenculture.id.

    Comments

    Suggested text: When visitors leave comments on the site we collect the data shown in the comments form, and also the visitor’s IP address and browser user agent string to help spam detection.

    An anonymized string created from your email address (also called a hash) may be provided to the Gravatar service to see if you are using it. The Gravatar service privacy policy is available here: https://automattic.com/privacy/. After approval of your comment, your profile picture is visible to the public in the context of your comment.

    Media

    Suggested text: If you upload images to the website, you should avoid uploading images with embedded location data (EXIF GPS) included. Visitors to the website can download and extract any location data from images on the website.

    Cookies

    Suggested text: If you leave a comment on our site you may opt-in to saving your name, email address and website in cookies. These are for your convenience so that you do not have to fill in your details again when you leave another comment. These cookies will last for one year.

    If you visit our login page, we will set a temporary cookie to determine if your browser accepts cookies. This cookie contains no personal data and is discarded when you close your browser.

    When you log in, we will also set up several cookies to save your login information and your screen display choices. Login cookies last for two days, and screen options cookies last for a year. If you select "Remember Me", your login will persist for two weeks. If you log out of your account, the login cookies will be removed.

    If you edit or publish an article, an additional cookie will be saved in your browser. This cookie includes no personal data and simply indicates the post ID of the article you just edited. It expires after 1 day.

    Embedded content from other websites

    Suggested text: Articles on this site may include embedded content (e.g. videos, images, articles, etc.). Embedded content from other websites behaves in the exact same way as if the visitor has visited the other website.

    These websites may collect data about you, use cookies, embed additional third-party tracking, and monitor your interaction with that embedded content, including tracking your interaction with the embedded content if you have an account and are logged in to that website.

    Who we share your data with

    Suggested text: If you request a password reset, your IP address will be included in the reset email.

    How long we retain your data

    Suggested text: If you leave a comment, the comment and its metadata are retained indefinitely. This is so we can recognize and approve any follow-up comments automatically instead of holding them in a moderation queue.

    For users that register on our website (if any), we also store the personal information they provide in their user profile. All users can see, edit, or delete their personal information at any time (except they cannot change their username). Website administrators can also see and edit that information.

    What rights you have over your data

    Suggested text: If you have an account on this site, or have left comments, you can request to receive an exported file of the personal data we hold about you, including any data you have provided to us. You can also request that we erase any personal data we hold about you. This does not include any data we are obliged to keep for administrative, legal, or security purposes.

    Where we send your data

    Suggested text: Visitor comments may be checked through an automated spam detection service.

  • Apa yang Kita Makan Menentukan Masa Depan

    Apa yang kita makan menunjukkan siapa kita. Kutipan tersebut, ternyata tidak berhenti sampai di situ. Sadar atau tidak, ragam pangan di atas piring kita, menentukan masa depan saya, Anda, mereka, kita semua. Tidak cukup satu minggu bicara pangan, sebab ia terkait semua bidang. Podcast episode ke-2, kita akan dicerahkan oleh bintang tamu Ayip Said Abdullah tentang isu dan aksi budaya hijau yang kita harus lakukan. Yuk, kita simak bersama.

    Tidak cukup satu minggu bicara pangan, sebab ia terkait semua bidang. Podcast episode ke-4, kita akan dicerahkan oleh bintang tamu Ayip Said Abdullah Koalisi Rakyat Kedaulatan Pangan (KRKP) tentang isu dan aksi budaya hijau yang kita harus lakukan.

    Yuk, kita simak bersama.

     

  • Kedaulatan Pangan atau Ketahanan Pangan?

    Bicara Pertanian Hijau berarti tentang ke-lokal-an dan keragaman. Seringkali, saat meyinggung pertanian, kita fokus pada petani dan produksinya, tapi bukan kesejahteraan petani. Seolah-olah, petani sekadar alat produksi.

    Padahal lokalitas dan keragaman merupakan kekuatan yang tak mungkin menggeserkan peran petani. Hal inii berkaitan dengan Istilah \”Ketahanan Pangan dan \”Kedaulatan Pangan\” yang berbeda konsep.

    Dengarkan kelanjutan diskusi antara Host Prof.Damayanti Buchori dan Eka Satya Putra dengan Ayip Said Abdullah dari Koalisi Rakyat Kedaulatan Pangan (KRKP).

     

  • Pemahaman Kebijakan Hijau Uni Eropa

    Kebijakan hijau atau Green Deal dilatarbelakangi cuaca ekstrim, pandemi Covid-19, pemanasan global, dan lainnya yang terkait. Situasi dan kondisi tersebut mengharuskan manusia di bumi untuk melakukan tak hanya mengubah perilaku tapi juga kebijakan hijau (Green Deal) di semua sektor.

    Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa Indonesia dan Brunei Darusallam mengatakan, \”Kita tak hanya membuat kebijakan, tapi kita melakukan transformasi.\” Dari perilaku sampai kebijakan di setiap sektor, bahkan urusan peralatan rumah tangga, kita perlu transformasi budaya hijau saat ini juga.

    Podcast Green Culture merupakan bagian dari projek Co-Evolve yang didukung oleh Uni Eropa. Hadir sekali seminggu dan dipandu oleh Prof. Damayanti Buchori dan Eka Surya Cipta.